Tak Sekadar Bertani, YESS-SI Siap Cetak Wirausahawan Muda Pertanian
Banyuasin – SMK-PP Negeri Sembawa terus mematangkan persiapan pelaksanaan Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI) yang akan dimulai pada 2027. Sebagai pelaksana program di Provinsi Sumatera Selatan, sekolah vokasi di bawah Kementerian Pertanian ini menggelar Sosialisasi Proyek Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Generasi Muda di Sektor Pertanian (YESS-SI) Tahun Anggaran 2027 pada 6–8 Juli 2026 di Ruang Rapat SMK-PP Negeri Sembawa.
Program YESS-SI merupakan kelanjutan dari Program YESS yang didukung International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini menyasar pemuda usia 17–39 tahun, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), penyandang disabilitas, masyarakat adat, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Melalui program ini, SMK-PP Negeri Sembawa memperkuat perannya dalam mendukung regenerasi petani sekaligus mencetak wirausahawan muda yang mampu mengembangkan usaha pertanian modern, produktif, dan berdaya saing.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter jujur, disiplin, dan pekerja keras.
“Mimpi besar kita adalah mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa pemuda merupakan motor penggerak transformasi pertanian Indonesia sehingga perlu terus difasilitasi melalui peningkatan kapasitas, pendampingan, serta akses terhadap peluang usaha.
“Mereka perlu terus difasilitasi agar mampu menjadi lokomotif transformasi perekonomian perdesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir,” kata Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi utama dalam menyiapkan tenaga kerja dan wirausahawan muda yang kompeten.
“Pendidikan vokasi pertanian harus memastikan seluruh instrumen pendukung siap, sehingga Program YESS-SI mampu melahirkan tenaga kerja dan wirausahawan muda yang kompeten serta tersertifikasi,” ungkap Amin.
Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, Budi Santoso, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan, menyusun strategi, sekaligus merancang langkah implementasi Program YESS-SI secara terpadu.
Menurut Budi, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, agar mampu menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya petani muda dan wirausahawan pertanian di Sumatera Selatan.
“Kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuhnya petani muda dan wirausahawan pertanian. Program ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, agar terintegrasi secara ekonomi melalui pekerjaan dan kewirausahaan berbasis pertanian,” ujar Budi.
Pada kesempatan tersebut, Konsultan Monitoring dan Evaluasi YESS PPIU Banjarbaru, Buyung Al-Amin, menjelaskan bahwa YESS-SI dirancang untuk menarik minat generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang modern, menguntungkan, dan menjanjikan. Program ini menargetkan keterlibatan sedikitnya 50 persen perempuan serta membangun ekosistem yang mencakup peningkatan kapasitas, pendampingan, akses pembiayaan, akses pasar, penguatan kelembagaan, hingga monitoring dan evaluasi yang terintegrasi.
Selama sosialisasi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kelompok sasaran, target dan luaran program, empat komponen utama YESS-SI, pelaksanaan peningkatan kapasitas, akses pembiayaan bagi pemuda desa, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi capaian program.
Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini, SMK-PP Negeri Sembawa optimistis implementasi penuh Program YESS-SI pada 2027 akan mampu mempercepat lahirnya generasi petani dan wirausahawan muda, mengurangi pengangguran di pedesaan, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.